Vlad Dracula - Kisah Nyata Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib

Updated by | Kamis, April 18, 2013
Mendengar nama Dracula, yang muncul di pikiran kita adalah sosok Vampir penghisap darah. Tapi tahukah anda kalau sebenarnya tokoh Dracula dalam film-film misteri itu sebenarnya terinspirasi dari sosok pembantai yang kejam pada masa perang salib? Silahkan simak kisah Vlad Dracula - Kisah Nyata Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib berikut ini.

Nama aslinya Vlad Tepes (dibaca Tse-pesh). Dia lahir sekitar bulan Desember 1431 M di Benteng Sighisoara, Transylvania, Rumania. Ayahnya bernama Basarab (Vlad II), yang terkenal dengan sebutan Vlad Dracul, karena keanggotaannya dalam Orde Naga. Dalam bahasa Rumania, “Dracul” berarti naga. Sedangkan akhiran “ulea” artinya “anak dari”. Dari gabungan kedua kata itu, Vlad Tepes dipanggil dengan nama Vlad Draculea ( dalam bahasa Inggris dibaca Dracula), yang berarti anak dari sang naga.

Ayah Dracula adalah seorang panglima militer yang lebih sering berada di medan perang ketimbang di rumah. Praktis Dracula hanya mengenal sosok sang Ibu, Cneajna, seorang bangsawan dari kerajaan Moldavia. Sang ibu memang memberikan kasih sayang dan pendidikan bagi Dracula. Namun itu tidak mencukupi untuk menghadapi situasi mencekam di Wallachia saat itu. Pembantaian sudah menjadi tontonan harian. Seorang raja yang semalam masih berkuasa, di pagi hari kepalanya sudah diarak keliling kota oleh para pemberontak.

Vlad Dracula - Kisah Nyata Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib

Vlad Dracula - Kisah Nyata Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib
Image credit to http://mentalfloss.com

Pada usia 11 tahun, Dracula bersama adiknya, Radu, dikirim ke Turki. Hal ini dilakukan sang Ayah sebagai jaminan kesetiaannya kepada kerajaan Turki Ustmani yang telah membantunya merebut tahta Wallachia dari tangan Janos Hunyadi. Selama di Turki, kakak beradik ini memeluk agama Islam, bahkan mereka juga sekolah di madrasah untuk belajar ilmu agama. Tak seperti adiknya yang tekun belajar, Dracula justru sering mencuri waktu untuk melihat eksekusi hukuman mati di alun-alun. Begitu senangnya dia melihat kepala-kepala tanpa badan dipancang di ujung tombak. Sampai-sampai sehari saja tidak ada hukuman mati, maka dia segera menangkap burung atau tikus, kemudian menyiksanya dengan tombak kecil sampai mati.

Dengan status muslimnya, Dracula mempunyai kesempatan belajar kemiliteran pada para prajurit Turki yang terkenal andal dalam berperang. Dalam waktu singkat dia bisa menguasai seni berperang Turki, bahkan melebihi prajurit Turki lainnya. Hal ini menarik perhatian Sultan Muhammad II ( di Eropa disebut Sultan Mehmed II). Hingga pada tahun 1448 M, menyusul kematian Ayah dan kakaknya, Mircea, yang dibunuh dalam kudeta yang diorganisir Janos Hunyadi, Kerajaan Turki mengirim Dracula untuk merebut Wallachia dari tangan salib Kerajaan Honggaria. Saat itu Dracula berusia 17 tahun.

Aksi Biadab Dracula

Dengan bantuan Turki Dracula dapat merebut tahta Wallachia. Setelah itu, sebagian besar pasukan kembali ke Turki dengan menyisakan sebagian kecil di Wallachia. Tanpa pernah diduga, Dracula murtad dan berkhianat. Dia menyatakan memisahkan diri dari Turki. Para prajurit Turki yang tersisa di Wallachia ditangkapi. Setelah beberapa hari disekap di ruang bawah tanah, mereka diarak telanjang bulat menuju tempat eksekusi di pinggir kota. Di tempat ini seluruh sisa prajurit Turki dieksekusi dengan cara disula. Yakni dengan ditusuk duburnya dengan balok runcing sebesar lengan, kemudian dipancangkan di tengah lapangan.

Dua bulan kemudian Janos Hunyadi berhasil merebut tahta Wallachia dari tangan Dracula. Namun pada tahun 1456 hingga 1462 Dracula kembali berkuasa di Wallachia. Masa pemerintahannya kali ini adalah masa-masa teror yang sangat mengerikan. Yang menjadi korban aksi sadisnya bukan hanya umat Islam yang tinggal di Wallachia, tapi juga para tuan tanah dan rakyat Wallachia yang beragama Khatolik.

Di hari Paskah tahun 1459, Dracula mengumpulkan para bangsawan dan tuan tanah beserta keluarganya di sebuah gereja dalam sebuah jamuan makan. Setelah semuanya selesai makan, dia memerintahkan semua orang yang ada ditempat itu ditangkap. Para bangsawan yang terlibat pembunuhan ayah dan kakaknya dibunuh dengan cara disula. Sedang lainnya dijadikan budak pembangunan benteng untuk kepentingan darurat di kota Poenari, di tepi sungai Agres. Sejarawan Yunani, Chalcondyles, memperkirakan jumlah semua tahanan mencapai 300 kepala keluarga. Terdiri dari laki-laki dan perempuan, orang tua, bahkan anak-anak.

Vlad Dracula - Kisah Nyata Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib
Image credit to Wikipedia

Aksi Dracula terhadap umat Islam di Wallachia jauh lebih sadis lagi. Selama masa kekuasaannya, tak kurang dari 300 ribu umat Islam dibantainya. Berikut sejumlah peristiwa yang digunakan Dracula sebagai ajang pembantaian umat Islam:

Pembataian terhadap prajurit Turki di ibu kota Wallachia, Tirgoviste. Ini terjadi pada awal kedatangannya di sana, setelah mengumumkan perlawanannya terhadap Turki.

Hutan Mayat yang Tersula

Pada 1456, Dracula membakar hidup-hidup 400 pemuda Turki yang sedang menimba ilmu pengetahuan di Wallachia. Mereka ditangkapi dan ditelanjangi, lalu diarak keliling kota yang akhirnya masukkan ke dalam sebuah aula. Aula tersebut lalu dibakar dengan ratusan pemuda Turki di dalamnya.

Aksi brutal lainnya, adalah pembakaran para petani dan fakir miskin Muslim Wallachia pada acara penobatan kekuasaannya. Para petani dan fakir miskin ini dikumpulkan dalam jamuan makan malam di salah satu ruangan istana. Tanpa sadar mereka dikunci dari luar, kemudian ruangan itu dibakar.

Dendam Dracula terhadap Turki dan Islam semakin menjadi. Untuk menyambut hari peringatan St. Bartholome, 1459, dia memerintahkan pasukannya untuk menangkapi para pedagang Turki yang ada di Wallachia. Dalam waktu sebulan terkumpullah 30 ribu pedagang Turki beserta keluarganya. Para pedagang yang ditawan ditelanjangi lalu digiring menuju lapangan penyulaan. Lalu mereka disula satu persatu.

Aksi kejam lainnya adalah dengan menyebar virus penyakit mematikan ke wilayah-wilayah yang didiami kaum Muslimin. Dia juga memerintahkan pasukannya meracuni Sungai Danube. Ini adalah taktik Dracula untuk membunuh pasukan Turki yang membangun kubu pertahanan di selatan Sungai Danube.

Pada 1462 M, Sultan Turki, Muhammad II mengirim 60 ribu pasukan untuk menangkap Dracula hidup atau mati. Pemimpin pasukan adalah Radu, adik kandung Dracula. Mengetahui rencana serangan ini, Dracula menyiapkan aksi terkejamnya untuk menyambut pasukan Turki.

Sepekan sebelum penyerangan, dia memerintahkan pasukannya untuk memburu seluruh umat Islam yang tersisa di wilayahnya. Terkumpullah 20 ribu umat Islam yang terdiri dari pasukan Turki yang tertawan, para petani, dan rakyat lainnya. Selama empat hari mereka digiring dengan telanjang bulat dari Tirgoviste menuju tepi Sungai Danube. Dua hari sebelum pertempuran, para tawanan disula secara masal di sebuah tanah lapang. Mayat-mayat tersula tersebut kemudian diseret menuju tepi sungai. Lalu dipancang di kiri dan kanan jalan, yang membentang sejauh 10 km untuk menyambut pasukan Turki.

Pemandangan mengerikan ini hampir membuat pasukan Turki turun mental. Namun semangat mereka kembali bangkit saat melihat sang Sultan begitu berani menerjang musuh. Mereka terus merangsek maju, mendesak pasukan Dracula melewati Tirgoviste hingga ke Benteng Poenari.

Pasukan Turki yang dipimpin Radu berhasil mengepung Benteng Poenari. Merasa terdesak, isteri Dracula memilih bunuh diri dengan terjun dari salah satu menara benteng. Sedang Dracula melarikan diri ke Honggaria melalui lorong rahasia. Hingga tahun 1475 M Wallachia dikuasai oleh Kerajaan Turki, sebelum akhirnya direbut kembali oleh Dracula yang disokong pasukan salib dari Transylvania dan Moldavia.

Dracula tewas dalam pertempuran melawan pasukan Turki pimpinan Sultan Muhammad II di tepi Danau Snagov, pada Desember 1476. Kepala Dracula dipenggal, kemudian dibawa ke Konstantinopel untuk dipertunjukkan kepada rakyat Turki. Sedang badannya dikuburkan di Biara Snagov oleh para biarawan.

Selain melalui cerita turun-temurun rakyat Rumania, bukti-bukti sejarah terkait riwayat kelam Drakula juga tercatat dengan baik di sejumlah pamflet yang beredar di Jerman dan Rusia.

Allahu Akbar, semoga Allah memberikan tempat yang layak di sisiNya bagi korban-korban Islam yang dibunuh Dracula.

Sumber: Net Detective Indonesia

Anda membaca Vlad Dracula - Kisah Nyata Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib jangan lupa untuk membagikan dengan teman-teman anda.


0 comments:

Sejarah Pemboman USAAF Terhadap Tokyo World War II

Updated by | Senin, April 15, 2013
Sejarah Pemboman USAAF Terhadap Tokyo World War II dikatakan menjadi operasi bombing raid paling menghancurkan sepanjang sejarah.

Pada fase akhir Perang Pasifik, US Army Air Force (USAAF) melakukan aksi pemboman besar-besaran terhadap kota-kota besar di Jepang. Pada Pertengahan hingga akhir 1944, Armada Udara Kesatuan AL Jepang di daerah-daerah luar telah musnah total sejak Battle of Leyte Gulf.

Kekuatan udara Jepang pasca Battle of Leyte Gulf memang sudah tidak ada lagi, tetapi patut dicatat itu untuk di luar Jepang, di tanah air Jepang sendiri masih tersedia 10.000 lebih pesawat untuk keperluan Homeland Defense, dengan tambahan krisis BBM.

Maka, Amerika Serikat mulai melakukan Operasi Pemboman secara besar-besaran dengan menggelar pesawat pembom Boeing B-29 Superfortress. Pembom B-29 ini tergabung dalam 20th Air Force, yang dipusatkan pada XX Bomber Command yang berpangkalan di China.

Sejarah Pemboman USAAF Terhadap Tokyo World War II

Sejarah Pemboman USAAF Terhadap Tokyo World War II

Operation Matterhorn adalah operasi Bombing Raid pertama dari XX Bomber Command, tapi B-29 masih tidak sanggup terbang sampai Tokyo, maka mulai November 1944, pembom B-29 ditransfer ke XXI Bomber Command yang berpangkalan di Kepulauan Mariana, Samudra Pasifik

XXI Bomber Command mulai beroperasi secara efektif berskala penuh mulai pada musim semi 1945, dan mulai menggelar operasi ke Tokyo. Tidak sampai disitu, tak lama setelah aktif, XXI Bomber Command memindahkan pangkalan ke Guam, yang lebih dekat ke kepulauan Jepang.

Dalam operasinya, Pembom B-29 menjatuhkan bom-bom General Purpose (GP Bomb) dari ketinggian hingga 30.000 kaki (9 kilometer). Metode ini dilaksanakan karena Pertahanan Udara Jepang sangat lemah pada ketinggian ini dan Interceptor Jepang tak mampu mencegat

Namun kemudian para Operative USAAF menganggap metode ini tidak menimbulkan kerusakan yang besar dan serius bagi Jepang.

Akhirnya Mayjen Curtis LeMay, pemimpin Operasi Pemboman ini memerintahkan untuk mengubah metode pemboman. LeMay memerintahkan semua B-29 membawa Bom Pembakar / Incendiary Bomb dan terbang pada ketinggian rendah (4500-8000 kaki).

Bom-bom pembakar, yang meledak di atas daerah perumahan di jepang yang mayoritasnya terbuat dari kayu, menjadi senjata paling mematikan, terlebih lagi angin kencang yang menerpa membuat efek api semakin membesar dan membuat daerah-daerah sekitar ikut terbakar.

Curtis LeMay terkenal kejam, bahkan ia memerintahkan 279 B-29 membom tokyo dengan 1700 ton bom pembakar dalam 2 hari Operation Meetinghouse.

Akibat dari Operation Meetinghouse, Bombing Raid atas Tokyo pada 9-10 Maret 1945, 100.000 warga tokyo menjadi korban dalam 2 hari pemboman. Mayoritas korban diakibatkan terjebak dalam api yang cepat membakar rumah-rumah di tokyo yang hampir semuanya terbuat dari kayu.

Selain Tokyo, USAAF dibawah LeMay membom 68 kota-kota lainnya di Jepang dengan Bom Napalm, White Phosporus, Magnesium dan Cluster Bomb.

Pemadam Kebakaran Tokyo menyebutkan 97.000 orang tewas dan 125.000 orang terluka, 286.358 bangunan musnah dalam 2 hari pemboman atas Tokyo.

Dalam Operasi pemboman, Para Pilot B-29 dilarang untuk membom kompleks Istana Kaisar, namun tetap saja ada bom yang nyasar kesana. 50% kota Tokyo hancur total akibat operasi pemboman secara besar-besaran ini, dan Operation Meetinghouse mendapat Predikat tersendiri.

Operation Meetinghouse menjadi Operasi Bombing Raid paling mematikan sepanjang sejarah.

Kota Tokyo setelah Operation Meetinghouse, 9-10 Maret 1945


Kota Tokyo yang Terbakar akibat Pemboman menggunakan Incendiary Bombs


Mayat Penduduk Sipil Tokyo yang menjadi korban pemboman pada Operation Meetinghouse

Selain dengan bomber B-29, pesawat tempur dan pembom US Navy dan USMC ikut serta dalam Operasi Pemboman diatas kota-kota Jepang. Pada 25 Februari 1945, ratusan penempur US Navy dan USMC menggempur pusat perindustrian pesawat tempur Nakajima di Tokyo.

Karena Operasi Pemboman besar-besaran inilah, Jepang cepat kalah akibat kehilangan industri-industri perangnya, selain itu Jepang amat geram dengan Mayjen Curtis LeMay, Komandan Operasi Pemboman, karena metode kejam yang digunakannya. Bahkan jepang sempat menargetkan LeMay sebagai orang pertama yg disidang di pengadilan militer seandainya Jepang menang Perang dan akibat pemboman inilah, Kaisar Hirohito memutuskan untuk ikut serta dalam proses mengakhiri perang dengan sekutu.

Sekian Sejarah Pemboman USAAF Terhadap Tokyo World War II.

Sumber: @TweetMiliter

Anda membaca Sejarah Pemboman USAAF Terhadap Tokyo World War II jangan lupa untuk membagikan dengan teman-teman anda.


0 comments:

Misi Garuda III Kongo: 30 RPKAD (Kopassus) Menawan 3000an Pemberontak Bersenjata Lengkap

Updated by | Minggu, April 07, 2013
Di belahan Bumi Afrika yang bergolak, kembali mengudang Misi Perdamaian TNI dengan nama Garuda III Kongo di bawah pimpinan Alm. Letjen TNI (Purn) Kemal Idris. Pasukan ini berangkat dengan pesawat pada bulan Desember 1962, dan berada di medan tugas selama delapan bulan. Mereka di tempatkan di Albertville. Di tempat ini telah disiapkan satu kekuatan pasukan besar, yang terdiri dari 2 batalyon kavaleri. Sedangkan Batalyon Arhanud di tempatkan di Elizabethville, yang menjadi wilayah kekuasaan tiga kelompok militia yang ingin memisahkan diri, di bawah pimpinan Moises Tsommbe dari pemerintah Republic Democratic of Congo pimpinan Presiden Kasavubu. Daerah ini terkenal dengan kekayaan mineralnya.

Misi Garuda III Congo: 30 RPKAD (Kopassus) Menawan 3000an Pemberontak Bersenjata Lengkap
Pasukan Garuda II Saat di Congo tahun 1961 (wikimedia.org)

Sempat terjadi beberapa pertempuran sengit antara pasukan PBB dari India melawan kelompok-kelompok pemberontak tersebut. Disini interaksi antara pasukan Garuda III dengan pasukan PBB lainnya sangat erat. Mereka terdiri dari pasukan Filipina, India, bahkan Malaysia. Walaupun ditanah air konfrontasi Ganyang malaysia dikumandangkan, interaksi persahabatan antara Garuda III dengan Malaysia tetap terjalin rapat. Tanpa sedikit pun permusuhan. Pasukan PBB asal India merupakan yang terbesar dan terbanyak jumlahnya. Mereka terorganisir dengan sangat baik. Mereka ditempatkan di kawasan-kawasan vital yang penting dan strategis.

Personil Garuda III sangat luwes, pandai bergaul dengan masyarakat setempat sehingga mereka menaruh kepercayaan besar kepada pasukan. Mereka diajarkan bagaimana cara mengolah masakan Indonesia, membuat kue, serta menyayur daun singkong sehingga enak dimakan. Padahal mereka mengetahui memasak singkong hanyalah untuk makanan inti dengan cara dibusukkan, dikeringkan, ditumbuk jadi tepung baru dapat dimasak. Dengan adanya interaksi dan hubungan dengan masyarakat setempat, maka semua program yang direncanakan berjalan dengan baik. Masyarakat menaruh simpati pada program yang di canangkan, misalkan melakukan tindakan pengamanan daerah setempat dari pengacau. Dengan spontan, tanpa di perintah masyarakat memberitahukan kepada personil Garuda III, bila akan ada serangan yang di lancarkan oleh gerombolan pengacau.

Suatu hari terjadi serangan mendadak ke markas Garuda III. Pertempuran dan tembak menembak terjadi dari jam 12.00 malam hingga dinihari. Markas Garuda III terkepung dengan rapat. Semua personil merapatkan barisan,berusaha menangkis serangan tersebut. Menurut Informasi Intelijen, serangan dilakukan oleh sekitar 2000 pengacau, hasil gabungan 3 kelompok pemberontak. Sedangkan markas komando Garuda III dipertahankan sekitar 300an personil.40 persen dari seluruh kekuatan Garuda III di Kongo.Untung saja tidak ada korban jiwa dari Garuda III, hanya beberapa yg cedera ringan dan langsung ditangani tim medis lapangan. Menjelang subuh gerombolan pengacau mengendorkan serangan..mungundurkan diri ke basis mereka di wilayah gurun pasir yang membentang gersang.

Hasil konsolidasi pasukan, maka di bentuk tim berkekuatan 30 org personil RPKAD sebagai tim bayangan sekaligus tim terdepan untuk pengejaran hingga ke markas pemberontak. Mereka bergerak seawal jam 06.00 waktu setempat, dengan perlengkapan garis 1 untuk pengejaran. Semangat tinggi dan berkobar kelihatan jelas di wajah2 mereka yang terpilih.Iringingan doa rekan2 di markas, juga dari pasukan PBB lain, mengiring langkah kaki mereka menuju kawasan no man’s land, wilayah tidak bertuan, yang menjadi daerah kekuasaan pemberontak juga merupakan daerah TERLARANG untuk pasukan PBB. Di kawasan itu, 2 kompi plus Pasukan India pernah di bantai tanpa tersisa.

Pasukan ini di pimpin seorang Kapten dengan dibantu 5 orang Letnan. Dengan penyamaran layaknya kumpulan suku pengembara..mereka bergerak dalam 3 kelompok yg saling berkomunikasi, tidak lupa kambing, sapi,bakul sayuran di bawa bersama untuk penyamaran. Badan dan wajah di gosok arang sehingga hitam dan menyerupai penduduk asli setempat, ada juga yg berpakaian ibu2 dan menjunjung bakul sayuran daun singkong. Mereka bergerak melalui pinggiran danau dengan no man’s land tujuan akhir.

Data intelijen yang didapat mengatakan kekuatan musuh diperkirakan 300an bersenjatakan campuran termasuk RPG/Bazooka dan beberapa Tank, panzer dan bisa dimaklumi sebab ini markas mereka, tentara setempat saja belum mampu memasuki wilayah yang dijaga ketat tersebut.

Memasuki senja, personil bermalam dipinggiran danau sambil mengatur strategi penyerangan. Dikejauhan terlihat kelip2 lampu2 dari markas pemberontak. Menurut data intelijen lagi, suku-suku di kongo, termasuk pemberontak sangat takut akan Hantu Putih (sosok berpakaian putih yang berbau bawang putih). Nah, disini strategi penyamaran diubah. Dibalik pakaian loreng mereka, terbungkus jubah putih yang mengembang ditiup angin danau sambil tidak lupa dengan rantai bawang putih yang baunya harum semerbak. Persiapan penyerangan dari danau dengan menggunakan kapal yg dicat hitam-hitam dipersiapkan. Menunggu jam 12.00 Tengah malam waktu setempat.

Attack !!!
Isyarat serangan pun diberikan oleh sang komandan. Dengan gesit, ke 30 orang personil RPKAD mengambil posisi masing-masing. Penyerangan tepat di mulai jam12.00 tengah malam, dengan kapal yg di digelapkan warnanya di atas Danau Tanganyika, tidak berapa jauh dari daerah no mand land. Ke 30 personil yg menyamar menjadi “Hantu Putih” ini (atau lebih dikenal masyarakat dengan sprititesses), berhamburan keluar dari dalam kapal, mendobrak pos penjagaan terdepan pemberontak. Para pemberontak yang sangat percaya akan keberadaan Hantu putih ini, kaget…terpana…melihat kelebatan bayangan putih melayang-layang disekitar mereka (jubah putih yg diiket kayu gombrang tertiup angin) sambil melepaskan rentetan tembakan yang riuh rendah. Ternyata semangat melawan pemberontak hilang sama sekali, mereka percaya bahwa mereka berhadapan dengan hantu bukan manusia biasa. Ketika akan didekati, para pemberontak yg disergap itu terkejut, secara reflek melemparkan ayam yang sedang dibakarnya tepat mengenai anggota pasukan kita.

Hanya sekitar setengah jam, markas pemberontak dapat di kuasai. Ribuan pemberontak beserta keluarganya menyerah, puluhan yg lain tewas dan luka-luka, sedangkan dipihak RPKAD cedera 1 orang, kena pecahan proyektil RPG. Dengan sigap, tawanan dikumpulkan. Tidak lama kemudian, bantuan dari pasukan di markas pun tiba, beserta pasukan PBB yang lain dari India, Malaysia, Filipina. Sejak itu, anggota GARUDA III di kenal oleh orang-orang Kongo dengan julukan Les Spiritesses, pasukan yang berperang dengan cara yang tidak biasa dilakukan orang...!!

Bisa dibayangkan….hanya berkekuatan 30 orang bisa menawan sekitar 3000an pemberontak bersenjata lengkap!!!

Keesokan harinya, pimpinan operasi dan Komandan Garuda III di panggil menghadap oleh Panglima Pasukan PBB di Kongo, Letnan Jenderal Kadebe Ngeso dari Ethopia. Ia mengatakan bangga dan takjub atas keberhasilan RPKAD GARUDA III menawan basis terbesar pemberontak dan 3000an lainnya tanpa jatuh korban. Tapi ia kecewa, Tentara Indonesia katanya tidak bertanggngjawab, irresponsible terhadap pemberontak yang ditawan itu. Kenapa sampai dikatakan irresponsible??

Biasanya, standard operasi tentara,jika musuh berkekuatan 3000 orang, harus disergap dengan kekuatan 3 kali lipat, yaitu 9000 personil. Nah, jika 3000 orang musuh dihadapi hanya dengan kekuatan 30 sampai 50 orang, itu namanya irresponsible..nggak masuk di akal sehat…ngga kepikiran…mustahil…nekad!!

Bagaimana seandainya para pemberontak tersebut melawan?? dan ada yang membocorkan taktik Hantu Putih tersebut?? tanya panglima PBB di Kongo.

Apapun, sanjungan dan pujian, serta decak kagum tetap di lontarkan, dan strategi penyerangan ini sampai sekarang masih menjadi legenda Misi Pasukan Perdamaian PBB. Mungkin kisah ini banyak yang tidak tahu, terutama masyarakat tanah air sendiri. Yang jelas, ini sudah bukti nyata keberhasilan anak-anak bangsa kita mengharumkan nama Indonesia di seantero dunia. Jelas cara taktik, muslihat, strategi serangan ini menjadi bahan penyelidikan Pasukan PBB lainnya, dan tentu saja menjadi legenda hingga sekarang!!

RPKAD adalah singkatan dari Resimen Para Komando Angkatan Darat yang sejak Desember 1986 berubah nama jadi Kopassus (Komando Pasukan Khusus) sampai dengan sekarang.

Sumber : Biografi Alm.Letjen TNI (Purn) Kemal Idris (arsip jadoel dimakan kecoa)

Anda membaca Misi Garuda III Kongo: 30 RPKAD (Kopassus) Menawan 3000an Pemberontak Bersenjata Lengkap jangan lupa untuk membagikan dengan teman-teman anda.


9 comments:

Kopassus dengan Segudang Prestasinya

Updated by | Sabtu, April 06, 2013
"Lebih Baik Pulang Nama Dari Pada Gagal di Medan Tugas"

Belakangan nama salah satu Pasukan Elit Indonesia "Kopassus" menjadi topik utama di media-media nasional bahkan Internasional. Akibat dari kejadian penembakan di LP Cebongan Yogyakarta yang diakui dilakukan oleh Grup 2 Kopassus. Selain peristiwa tersebut nama Kopassus sebelumnya sudah pernah tercoreng, tapi dibalik itu terdapat segudang prestasi baik nasional maupun internasional yang menjadi alasan Pasukan Elit ini menjadikan pasukan Kopassus sebagai Pasukan Elit terbaik ketiga dunia. Berikut sekilas mengenai Kopassus yang kami kutip dari kultwit @STNatanegara:

Kopassus dengan Segudang Prestasinya

Kopassus dengan Segudang Prestasinya

Tidak pernah ada kata mundur tapi yang ada hanya 'hitung mundur'. Profiling, presensi dan forensik tidak berbohong.... Kalau Jenderal masih bisa berbohong! Operasi apakah yang dilakukan oleh Kopassus dimana saat itu 'U' diselamatkan nyawanya oleh HS?

"Kami Bukan Hebat, Tapi Kami Terlatih" Kopassus juga manusia.. tentunya juga punya salah disamping segudang prestasi yang dipunya...

Nah sebelumnya tahun 2007, nama Kopassus tercoreng dengan insiden membungkuknya Danjen Kopassus di depan Tommy Soeharto. Tentunya peristiwa ini mengesankan bahwa Kopassus masih tunduk kepada kekuasaan Soeharto.

Kopassus dengan Segudang Prestasinya

Pada acara HUT Kopassus, Tommy dan Bambang T hadir di Kandang Menjangan sebagai peserta lomba tembak terbuka yang digelar pada 23 April 2007. Nah pada saat bersalaman dengan Tommy, Danjen Kopassus saat itu terlihat membungkuk di depan Tommy Soeharto.

Alhasil, foto membungkuknya Danjen Kopassus ini beredar luas di masyarakat bahkan sampai ke Amerika Serikat dan Australia.

Nah bicara prestasi Kopassus, siapa yang tidak tau tentang Woyla? Tidak salah jika akhirnya salah satu negara tetangga kita memilih Kopassus sebagai tempat menimba ilmu bagi pasukan elitnya!

Banyak cerita menarik tentang sepak terjang Kopassus terkait operasi-operasi yang mereka jalankan demi NKRI. Ada operasi yang bisa tercium media tetapi lebih banyak lagi operasi militer/intelijen yang tidak tercium media. Bahkan satu dua cerita tentang ketegangan di perbatasan Kalimantan juga sempat menjadi obrolan seru.

Kopassus (RPKAD) juga telah menjadi legenda dikalangan Pasukan Penjaga Perdamaian PBB yang bertugas di Kongo. Bahkan oleh orang-orang Kongo telah diberikan julukan les spiritesses, pasukan yang berperang dengan cara yang tidak biasa dilakukan orang!!

Legenda itu bercerita tentang Kopassus (RPKAD) yang hanya berkekuatan 30 orang bisa menawan 3000an pemberontak bersenjatakan lengkap!!!

Kopassus dengan Segudang Prestasinya

Walaupun menjadi prestasi tersendiri tetapi keberanian Kopassus (RPKAD) tersebut tetap saja disalahkan oleh Pimpinan Pasukan PBB. Disalahkan karena tidak masuk akal!

Selain itu banyak cerita menarik juga dikalangan Anggota Kopassus yang tergabung dalam Satuan Tugas Intelijen (SGI). Salah satu prestasi team SGI Kopassus adalah dengan tertembaknya tokoh GAM Ishak Dawood!

Prestasi-prestasi Kopassus tentu saja tidak berharga murah tetapi harus dibayar dengan keringat dan darah.

Dan nama-nama yang tertulis di Sasana Kusuma Bangsa menjadi saksi sejarah betapa besar pengorbanan Kopassus untuk negara.

Anda membaca Kopassus dengan Segudang Prestasinya jangan lupa untuk membagikan dengan teman-teman anda.


0 comments: